Loading...

Iklan

Setelah Kalah Pilkada, Acep Jamhuri Menghilang: Moksa, Menepi, atau Mencari Jalan Baru?

Sabtu, 15 November 2025, November 15, 2025 WIB Last Updated 2025-11-15T14:27:24Z
 

Ikuti Jejak Prabu Siliwangi, Acep Jamhuri Disebut Ngahyang? Ucing atau Tikus?


Alasan pasti yang menjadi penyebab “ngahyang”-nya (menghilangnya) Prabu Siliwangi hingga moksa masih menjadi misteri hingga hari ini. Ada anekdot yang berkembang bahwa Acep Jamhuri, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang sekaligus calon Bupati Karawang pada Pilkada 2024, memilih jalan serupa: menepi dari hiruk-pikuk publik.

Pendukung fanatik yang masih setia menyebut langkah Acep sebagai bentuk mengikuti jejak Prabu Siliwangi—menghilang dari keramaian, lalu “moksa” dari dunia sosial dan organisasi yang dulu digelutinya.

Menepi Usai Pilkada


Acep Jamhuri dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, olahraga, hingga keagamaan selama menjabat sebagai pejabat publik. Namun setelah kalah dari pasangan Aep–Maslani pada Pilkada Karawang 2024, Acep memilih mundur dari sejumlah jabatan strategis.

Ia mundur dari Ketua DKM Masjid Agung, Ketua IPSI Karawang, hingga yang terbaru mundur dari Ketua DPC Pejuang Siliwangi, meski masa baktinya belum berakhir.

Yang unik, posisi Ketua DPC Pejuang Siliwangi kemudian digantikan oleh Maslani, kompetitornya dalam Pilkada dan kini menjabat sebagai Wakil Bupati Karawang.

“Kader PS belum berhasil jadi Bupati Karawang, tapi tak mengapa. Sekarang yang memimpin PS adalah Wakil Bupati Karawang. Hatur nuhun Pak Acep atas kontribusinya, terakhir membangun masjid di Kantor PS. Wilujeung mimpin Pak Maslani,” ujar Abdurrahim, kader Pejuang Siliwangi sekaligus mantan sekretaris DPC PS Karawang, dalam Muscab PS di Rengasdengklok, Sabtu (14/11/2025).

Lokasi Menepi dan Perbandingan dengan Prabu Siliwangi


Sebagian masyarakat Sunda mempercayai Prabu Siliwangi moksa di kawasan hutan Sancang, Garut Selatan. Sebagian lain meyakini ia moksa di sekitar Sungai Cibeet, perbatasan Karawang–Bekasi.

Menariknya, wilayah Cibeet merupakan daerah yang kini sering dikunjungi Acep. Ia disebut memiliki lahan cukup luas untuk bertani dan berkebun di area tersebut. Interaksinya pun kini hanya dengan segelintir orang dekat.

Meski demikian, menepi di masa kini tentu berbeda konteks dengan moksa pada masa lampau. Bahkan Prabu Siliwangi, dalam keyakinan masyarakat, tetap menjalani aktivitas fisik seperti makan, berdoa, dan beristirahat.

Dari Maung hingga Tikus: Tafsir Simbolik


Selama ratusan tahun, muncul adigium “Prabu Siliwangi ngaleungit jadi Maung”—sebuah keyakinan bahwa Sang Prabu menjelma menjadi Maung (harimau).

Namun seratus tahun mendatang, bagaimana publik akan mengenang Acep Jamhuri? Apakah ia akan digambarkan sebagai Maung, Naga, Ular, atau justru Tikus?

Simbol tikus muncul dari stigma publik terkait kasus tukar guling lahan Pemda Karawang 2, yang sempat menyeret nama Acep. Ia disebut menerima gratifikasi ratusan juta rupiah, namun status hukumnya hingga kini tak pernah jelas dan ia tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka.

Lebih dari satu setengah tahun berlalu tanpa kepastian. Sebagian publik terlanjur menghakimi Acep sebagai koruptor, padahal ia belum terbukti bersalah. Stigma itulah yang dikhawatirkan diwariskan ke generasi mendatang jika kasusnya tidak memperoleh kepastian hukum.

Ucing Angora sebagai Simbol Lain


Di sisi lain, ada pula yang menilai Acep lebih layak disimbolkan sebagai “ucing angora”, bukan tikus. Alasannya, populasi Maung Jawa telah nyaris punah, sementara simbol Maung sudah identik dengan Prabu Siliwangi.

Ucing Angora dianggap lebih relevan: hewan yang disayangi Rasulullah, memiliki sifat lucu, gesit, dan menggemaskan. Dalam pandangan sebagian orang, sifat itu mencerminkan karakter Acep yang humoris, kadang membuat gemas, namun juga visioner.

Perumpamaan ini bukan dimaksudkan untuk merendahkan martabat Acep Jamhuri, melainkan bentuk simbolisasi bahwa ia pernah memberi kontribusi, sekaligus pernah diterpa kontroversi yang menuntut penyelesaian hukum secara adil.(puga hilal bayhaqie)
Komentar

Tampilkan

  • Setelah Kalah Pilkada, Acep Jamhuri Menghilang: Moksa, Menepi, atau Mencari Jalan Baru?
  • 0

Terkini

Topik Populer